Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label awalan di. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label awalan di. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2017

Kapan "di" dan "ke" ditulis terpisah dan kapan digabung?

Sebagai kata depan, "di" dan "ke" ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Sedangkan sebagai awalan, "di" dan "ke" ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contohnya adalah:

kata depanawalan
di sinidisimpan
di atasdiantar
di pinggirdipinjam
di pantaidipantau
di bawahdibawa

ke depanketua
ke depankekasih
ke ataskedua (tingkat/urutan)
ke rumahketiga (tinmgkat/urutan)
ke belakangkeempat (kumpulan)
ke kampungkelima (kelompok)
Kapan "di" dan "ke" ditulis terpisah dan kapan digabung?


Bagaimana membedakan kapan "di" digunakan sebagai kata depan, dan kapan "di" digunakan sebagai awalan?

Kadang-kadang orang merasa bingung saat membedakan kata depan dan awalan. Misalnya, bentuk di pada di atas termasuk kata depan atau awalan? Sekurang-kurangnya ada dua cara untuk mentukan apakah bentuk di tersebut masuk kata depan atau awalan. Pertama, kata depan di mempunyai pasangan ke dan dari. Kedua, kata depan di tidak dapat dilawankan dengan meng-. Ambillah contoh kata di atas tadi! Selain di atas, ada pula ke atas, dan dari atas. Bentuk di atas juga tidak dapat dilawankan dengan mengatas. Hal itu berarti bahwa di pada di atas termasuk kata depan. Oleh karena itu, kata di atas ditulis terpisah. Di bawah ini diberikan beberapa contoh lain.

di lantaidi negara lain
ke lantaike negara lain
dari lantaidari negara lain
di tengahdi persimpangan jalan
ke tengahke persimpangan jalan
dari tengahdari persimpangan jalan
di ujung jalandi sejumlah daerah
ke ujung jalanke sejumlah daerah
dari ujung jalandari sejumlah daerah

Bagaimana dengan kata keluar? Kata keluar ditulis terpisah atau serangkai? Kata keluar dibedakan menjadi dua macam. Selain ke luar, kita temukan pula di luar dan dari luar. Hal itu berarti bahwa kata ke luar itu merupakan kata depan sehingga harus ditulis terpisah.
Namun, ada juga keluar yang ditulis serangkai. Kata keluar yang kedua ini merupakan lawan masuk. Jadi, kata keluar yang kedua ini merupakan kata kerja, bukan kata depan atau kelompok kata kata-depan. Oleh karena itu, penulisannya diserangkaikan. Perhatikan kalimat di bawah ini secara saksama!

1) Presiden RI akan berkunjung ke luar negeri.
2) Hati-hati keluar masuk kendaraan proyek.


Kata ke luar pada kalimat (1) merupakan kata depan. Kelompok kata ke luar negeri itu dapat disandingkan dengan di luar negeri dan dari luar negeri.

Bandingkan kalimat di bawah ini!

1) Presiden RI akan berkunjung ke luar negeri.
1a) Presiden RI akan berada di luar negeri selama satu minggu.
1b) Presiden RI akan kembali dari luar negeri minggu depan.


Namun, kata keluar pada kalimat (2) bukan merupakan kata depan karena lawannya masuk. Kalimat (2) tidak dapat dibuat variasinya seperti kalimat (1). Perhatikan baik-baik kalimat berikut.\

2) Hati-hati ke luar masuk* kendaraan proyek.
2a) Hati-hati di luar masuk* kendaraan proyek. (tidak bisa)
2b) Hati-hati dari luar masuk* kendaraan proyek. (tidak bisa)

Jika kalimat (2a) dan (2b) dirasa mungkin, artinya sudah berbeda jauh atau bukan merupakan pasangannya. Oleh karena itu, kata keluar seperti pada kalimat (2) ditulis serangkai.

Kata ke samping termasuk kata depan karena kita temukan pula di samping dan dari samping. Namun, kata ke samping dapat berubah menjadi kata kerja setelah diberi imbuhan meng-…-kan. Oleh karena itu, mengesampingkan ditulis serangkai. Begitu pula kata ke tengah dan ke depan. Kedua kata itu juga tegolong kata depan sehingga ditulis terpisah. Akan tetapi, setelah mendapat imbuhan meng-…-kan, kedua kata itu ditulis serangkan karena statusnya berubah menjadi kata kerja, bukan lagi sebagai kata depan. Perhatikan kalimat berikut.

1) Dia membawa sepedanya ke samping rumah.
2) Sekarang mereka pergi ke samping gedung tingkat itu.
3) Kita tidak dapat mengesampingkan dari dari mereka.
4) Banyak orang sering mengesampingkan nasihat orang tuanya.


Baca juga:
... di ... sebagai Awalan atau Kata Depan (Preposisi)
Kata Depan di, ke, dan dari
Di mana, yang mana
Bagaimanakah pemakaian ini, itu dan begini, begitu?


Kamis, 15 Januari 2015

... di ... sebagai Awalan atau Kata Depan (Preposisi)





Awalan di- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba) pasif dan berkaitan dengan bentuk aktifnya yang dibentuk dengan awalan me-, misalnya "dipukul" dan "memukul". Awalan di- tidak pernah mengalami perubahan bentuk.

Kesalahan yang sering terjadi adalah kekeliruan penulisan di- sebagai awalan yang harus ditulis serangkai dan penulisan di sebagai kata depan (preposisi) penunjuk tempat yang harus ditulis terpisah. Contohnya "dijual" bukan "di jual" dan "di mana" bukan "dimana". Cara mudah untuk memisahkan fungsi keduanya adalah dengan melihat jenis kata yang terbentuk: Jika menjadi kata kerja pasif, itu berarti harus ditulis serangkai dan jika menjadi penunjuk tempat atau lokasi, itu berarti harus ditulis terpisah.

Sebagai kata depan kata "di" harus ditulis terpisah:
di antara
di akhir
di atas
di awal
di bagian
di bawah
di belakang
di dalam
di dekat
di depan
di hadapan
di jalan
di kanan
di kiri
di luar
di mana
di muka
di pusat
di rumah
di samping
di saat
di sana
di sebelah
di seberang
di sekeliling
di sekitar
di seluruh
di sini
di sisi
di situ
di tanah
di tempat
di tengah
di tengah-tengah
di tepi
di tiap
di tiap-tiap
Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja. Beberapa contohnya
  • Dibalik = bentuk pasif dari membalik
  • Di balik = di bagian sebaliknya
  • Dipenjara = bentuk pasif dari memenjarakan (dikarantina, dibui, disel, dll.)
  • Di penjara = di (dalam) penjara (di karantina, di bui, di sel, dll.)
  • Disalib = bentuk pasif dari menyalib
  • Di salib = di (atas) salib
  • Digambar = bentuk pasif dari menggambar (disketsa, dipigura, difoto, dll.)
  • Di gambar = pada gambar (di sketsa, di pigura, di foto, dll.)
  • dan lain-lain,
Beberapa kata dapat diberi konfiks "di-kan", misalnya "diseberangkan", atau konfiks "di-i", misalnya "diawali"

Sebagai awalan, harus menyatu dengan kata kerjanya:
diakui, dikenai, dipukuli, ditampar, diberi, dicuri, dikerjakan, dll