Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label dengan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dengan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2017

Penggunaan Kata Dengan


Kata dengan digunakan untuk menandai beberapa makna.

Yang pertama ialah makna 'kealatan'. 
Makna itu terdapat pada ujaran yang menyatakan adanya alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu. Contohnya terlihat pada kalimat yang berikut.

(1) Pohon itu ditebang dengan gergaji mesin. 
(2) Mereka memadamkan api itu dengan air seadanya. 
(3) Dengan surat itu mereka melaporkan kejadian sebenarnya. 

Alat yang digunakan itu tidak selalu berupa benda konkret, tetapi juga benda abstrak seperti yang terlihat pada dua kalimat yang berikut.

(4) Pemindahan penduduk tidak akan dilakukan dengan kekerasan. 
(5) Peraturan itu ternyata dapat dilaksanakan hanya dengan pengawasan ketat.

Yang kedua ialah makna 'kebersamaan'.
Makna itu terdapat pada ujaran yang menyatakan adanya beberapa pelaku yang mengambil bagian pada peristiwa yang sama. Perhatikan contoh berikut.

(6) Ayah sedang bercakap-cakap dengan tamunya.

Pada kalimat itu, baik ayah maupun tamunya sama-sama aktif mengambil bagian pada peristiwa percakapan. Contoh yang lain ialah

(7) Adikku pergi berenang dengan teman-temannya. 
(8) Para pemberontak bersedia berunding dengan pemerintah. 
(9) Ayahnya melarang dia berteman dengan pemabuk. 
(10) Kemarin saya bertemu dengan teman lamaku.

Yang ketiga, makna 'kesertaan'.
Makna yang mirip dengan 'kebersamaan' itu terdapat pada tuturan yang menyatakan adanya benda yang menyertai pelaku. Penyerta itu umumnya benda yang tak bernyawa. Oleh karena itu, penyerta itu tidak ikut aktif mengambil bagian dalam peristiwa yang dinyatakan. Berikut ini adalah contohnya.

(11) Perampok itu pergi dengan barang-barang rampasannya. 
(12) Peserta pertemuan itu pulang dengan kenangan manis.


Yang keempat ialah makna 'kecaraan
yang terdapat pada ujaran yang menyatakan cara peristiwa terjadi atau cara tindakan dilakukan. Berikut ini contohnya.

(13) Pertandingan itu berjalan dengan aman.

Yang kelima adalah kesesuaian atau ketaksesuaian
Selain itu, ada beberapa kata yang harus diikuti oleh pelengkap yang diawali dengan kata dengan. Makna yang terdapat pada konstruksi seperti itu adalah 'kesesuaian' atau 'ketaksesuaian'. Contohnya seperti berikut.

(14) Penebaran benih dilakukan bertepatan dengan saat mulai musim hujan.

Kata bertepatan memerlukan pelengkap yang diawali dengan kata dengan. Kita tidak dapat membuat kalimat berikut.

(14) *Penaburan benih dilakukan bertepatan. 

Contoh yang lain disajikan berikut ini.

(15) Peraturan itu bertentangan dengan asas keadilan. 
(16) Pemberian amnesti itu berkenaan dengan ulang tahun raja. 
(17) Mereka tidak setuju dengan usul itu.
(18) Jangan membuat baju yang berbeda dengan pesanan. 
(19) Orang tuanya sekampung dengan orang tua kami.

Banyak ditemukan contoh kalimat yang salah karena tidak menggunakan kata dengan, seperti berikut,

(20) Buatlah gambar yang sesuai contoh. 
(21) Kini mereka dapat bertemu anaknya. 

Kalimat itu seharusnya berbunyi seperti berikut.
(20a) Buatlah gambar yang sesuai dengan contoh.
(21b) Kini mereka dapat bertemu dengan anaknya. 

Jika kita tidak akan menggunakan kata dengan pada kalimat (21) itu, kata menemui dapat digunakan alih-alih bertemu.

(21b) Kini mereka dapat menemui anaknya.

Ada juga pemakaian kata dengan yang tidak pada tempatnya pada ragam resrni. Berikut ini contohnya.

(22) Kami berikan surat ini dengan staf Saudara. 
(23) Dengan kemenangan itu mengantarkan Graf ke final.

Kalimat (22) salah jika mengungkapkan informasi bahwa surat itu diberikan kepada staf Saudara, tetapi benar jika mengungkapkan informasi bahwa kami dan staf Saudara bersama-sama memberikan surat itu. Kalimat (23) tidak bersubjek karena kata dengan tidak pernah mendahului subjek. Berikut ini perbaikannya.

(22a) Kami berikan surat itu kepada staf Saudara. 
(23b) Kemenangan itu mengantar Graf ke final.


Baca juga:
Makna Kata Pekerjaan, Profesi, dan Jabatan
Makna Kata Pemandangan Umum dan Pandangan Umum
Kata Sekarang dan Kini
Pemakaian Kata Sebentar, Sejenak, Sekejap, Sekilas, Sepintas, dan Sejurus
Makna Kata Hijrah dan Hijriah
Makna Kata Acuh dan Tayang
Makna Kata Kilah dan Tukas
Kata Ranking dan Langganan

Kamis, 15 Januari 2015

Di mana, yang mana

Di mana, yang mana

yang mana, di mana tidak dikenal di bahasa Indonesia


Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, "kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada."

Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat, bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who", "whom", "which", atau "where") atau variasinya ("dalam mana", "dengan mana", "yang mana", dan sebagainya).

Penggunaan "di mana", "yang mana", dll. sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Pada dasarnya, bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu, dan penggunaannya pun terbatas. Dengan demikian, penggunaan bentuk "di mana" maupun "yang mana" harus dihindari, termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Kaidah tata bahasa Indonesia memiliki kosakata yang cukup untuk menterjemahkan "who", "where", "which", "whom" tanpa menggunakan kata "di mana". Contoh-contoh:

di manatempat
Salah: Kami ke restoran di mana teman merayakan pesta ulang tahunnya.
(seharusnya) Kami ke restoran tempat teman merayakan pesta ulang tahunnya.

di manadengan
Salah: Acara berikutnya adalah “Kuis Remaja” di mana Kris Aria sebagai presenternya.
(seharusnya) Acara berikutnya adalah “ Kuis Remaja”dengan Kris Aria sebagai presenternya.

di manayang
Salah:Pemerintah memberi bantuan kepada korban di mana mereka tertimpa bencana alam.
(seharusnya) Pemerintah memberi bantuan kepada korban yang tertimpa bencana alam.

di mana → (subklausa)
Salah: Perusahaan itu mengadakan pelatihan di mana karyawan dibina untuk menjadi tenaga terampil.
(seharusnya) Perusahaan itu mengadakan pelatihan; dalam pelatihan itu karyawan dibina untuk menjadi tenaga terampil.

yang mana → yang
Salah: Penanggung jawab surat kabar itu akan dituntut untuk berita yang mana dianggap melecehkan artis itu.
(seharusnya) Penanggung jawab surat kabar itu akan dituntut untuk berita yang dianggap melecehkan artis itu.

yang manasehingga/dan
Salah: Koperasi itu harus berjalan dengan baik yang mana kebutuhan setiap anggota dapat dipenuhi dari sini.
(seharusnya) Koperasi itu harus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan setiap anggota dapat dipenuhi dari sini.

Salah: Wisatawan mancanegara meningkat terus yang mana negara tujuan wisata pun bertambah.
(seharusnya) Wisatawan mancanegara meningkat terus dan negara tujuan wisata pun makin bertambah.

Kekisruhan ini mungkin disebabkan pengaruh oleh Ejaan Soewandi (1947) yang mengharuskan penulisan diserangkai dengan kata yang mengikutinya, baik sebagai kata depan maupun sebagai awalan.

Penggunaan "di mana" (selalu ditulis terpisah) yang tepat hanyalah sebagai kata tanya dalam kalimat tanya, sebagai kata penghubung yang menyatakan tempat, dan dalam bentuk "di mana-mana". Contoh

Di mana ia menginap?
Kami akan berunding di mana ia akan menginap.
Di mana ia menginap, di situ keluarganya menginap.
Ia dapat menginap di mana-mana.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Preposisi

Baca juga:
... di ... sebagai Awalan atau Kata Depan (Preposi...
Spasi di dekat Tanda Baca: Tanda Petik, Tanda Kurung, Koma, Tanda Tanya
Penulisan judul: huruf kecil dan besar
Izin atau Ijin - Daftar Kata yang Harus Dicermati
Bentuk terikat
Kata majemuk
Penulisan Artikel "pun"