Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label kini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2017

Kata Sekarang dan Kini


Kata sekarang dan kini kelihatannya persis sama maknanya sehingga seolah-olah keduanya dapat selalu saling menggantikan, sebagaimana yang terdapat pada contoh berikut.

(1) Karena dulu para petani di daerah itu berpindah-pindah, kini/sekarang banyak terdapat lahan yang rusak. 

Akan tetapi, jika diamati secara lebih cermat, kemungkinan pemunculan kata kini lebih terbatas daripada sekarang. Kata kini mengandung nuansa yang lebih khusus. Penggunaan kata kini mengandaikan adanya kesinambungan antara yang terjadi pada waktu lampau dan yang terjadi pada saat ihwalnya dibicarakan, antara yang terjadi dulu dan yang terjadi pada saat ini. Perhatikan contoh berikut.

(2) Yang dulu dipandang remeh kini disegani banyak orang. 
(3) la, yang selama ini dikenal sebagai peragawati, kini mencoba nasib sebagai perancang baju. 
(4) la pernah belajar antropologi di luar negeri dan kini bekerja di kantor swasta.

Meskipun penggunaan kata kini selalu mengait ke peristiwa yang terjadi pada masa lampau, peristiwa lampau itu sendiri tidak selalu harus disebutkan secara eksplisit. Peristiwa lampau yang terkena kaitan itu dapat saja hanya secara implisit tersingkap dari konteksnya. Amatilah contoh berikut.

(5) Kini Batam sudah siap menerima arus wisatawan. 
(6) Kini tiada lagi orang yang berpakaian seragam seperti itu.

Tanpa dikaitkan dengan waktu lampau, kata kini tidak dapat digunakan. Pemakaian kata kini pada contoh yang berikut tidak berterima. (Tanda asteris (*) menunjukkan pemakaian yang tidak berterima).

(7) Sekarang/*Kini atau besok penggenangan waduk itu dilakukan? 
(8) A: Kapan daerah itu dikosongkan? 
      B: Sekarang./*Kini.

Kata kini tidak digunakan sebagai atribut untuk menerangkan nomina. Bandingkan pemakaiannya sebagai atribut (yang tidak berterima) pada contoh (9) dan penggunaannya sebagai kata keterangan waktu (yang berterima) pada contoh (10) di bawah ini.

(9) Gurunya yang sekarang/*kini lebih pandai menyampaikan bahan pelajaran. 
(10) Istrinya, yang sekarang/kini menjadi dokter, akan bertugas di Puskesmas Pandeglang.

Akan tetapi, ada rangkaian dengan nomina tertentu yang membolehkan penggunaan sebagai atribut meskipun jumlahnya terbatas, misalnya, masa kini. Namun, rangkaian seperti ini pada umumnya tidak berterima: *zaman kini, *pemuda kini.

Masih ada satu perbedaan lagi antara sekarang dan kini. Perhatikanlah contoh berikut.

(11) Jika keadaan memaksa, sekaranglah/*kinilah kita benahi tata kerja kita. 
(12) Sekarang/*kini ini juga pemugaran gedung itu hendaknya dimulai. 

Baca juga:
Angka dan Lambang
Pemakaian Kata Sebentar, Sejenak, Sekejap, Sekilas, Sepintas, dan Sejurus
Bagaimanakah penggunaan kata siang, malam, pagi, dan sore dalam sapaan?
Di mana, yang mana