Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label nama diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nama diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Pemakaian Huruf Kapital untuk Nama Diri

Pemakaian Huruf Kapital untuk Nama Diri
Pemakaian huruf kapital sudah diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Sekilas kaidah-kaidah itu tampak sederhana. Namun, jika kita cermati, persoalannya tidak semudah yang kita bayangkan.

Salah satu persoalan yang boleh dikatakan tidak sederhana adalah penulisan nama diri dan bukan nama diri. Lalu, apa yang dimaksud nama diri? Jika kita buka KBBI, kita dapati bahwa nama diri berarti "nama yang dipakai untuk menyebut diri seseorang, benda, tempat tertentu, dan sebagainya".
Dalam makna itu terdapat kata tertentu yang dapat pula diartikan "sudah pasti". Dengan kata lain, dapat dinyatakan bahwa nama diri itu sudah pasti atau satu-satunya atau tidak ada yang lain.

Contohnya adalah penulisan sekolah dasar atau perguruan tinggi. Kebanyakan orang cenderung menulis jenjang pendidikan itu dengan huruf awal kapital. Padahal, keduanya bukan nama diri. Marilah kita perhatikan contoh pemakaianya dalam kalimat berikut!

1) Mereka adalah siswa sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
2) Kebanyakan karyawan kantor itu adalah tamatan perguruan tinggi negeri (PTN).


Pada contoh di atas terdapat dua jenjang pendidikan, yaitu sekolah dasar dan perguruan tinggi
negeri.
Kedua jenjang pendidikan itu bukan bagian nama diri. Oleh karena itu, huruf kapital tidak digunakan.

Bandingkan dengan kalimat berikut!

3) Mereka adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 03 Pagi Lubang Buaya, Jakarta Timur.
4) Para perwira di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia itu kebanyakan tamatan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.


Di Indonesia, bahkan di dunia, nama Sekolah Dasar Negeri 03 Pagi Lubang Buaya, Jakarta Timur hanya satu-satunya. Nama Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di Indonesia juga tidak ada duanya. Itulah yang disebut nama diri, dalam hal ini nama diri lembaga. Karena sekolah dasar negeri dan perguruan tinggi menjadi bagian nama diri, penulisan setiap awal kata menggunakan huruf kapital.



Untuk kaidah pemakaian huruf kapital yang lengkap silakan kunjungi tautan di bawah ini:
Huruf Kapital atau Huruf Besar
Penggunaan Huruf Kapital untuk Nama Geografi
Huruf Kapital untuk Nama Gelar dan Jabatan
Penulisan judul: huruf kecil dan besar
Pemakaian Huruf Kapital untuk Nama Jenis dan Bedanya dengan Nama Geografi
Pemakaian Huruf Kapital untuk Nama Diri
Huruf Kapital dan Kata yang Menyatakan Hubungan Kekerabatan