Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label di. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label di. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Februari 2016

Kata Depan di, ke, dan dari


Kata Depan di, ke, dan dari

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam
gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

Misalnya:
Kain itu terletak di dalam lemari.
Bermalam sajalah di sini.
Di mana Siti sekarang?
Mereka ada di rumah.
Ia ikut terjun di tengah kancah perjuangan.
Ke mana saja ia selama ini?
Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan.
Mari kita berangkat ke pasar.
Saya pergi ke sana-sini mencarinya.
Ia datang dari Surabaya kemarin.

Catatan:
Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini dtulis serangkai.

Si Amin lebih tua daripada si Ahmad.
Kami percaya sepenuhnya kepadanya.
Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu.
Ia masuk, lalu keluar lagi.
Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966.
Bawa kemari gambar itu.
Kemarikan buku itu.
Semua orang terkemuka di desa hadir dalam kenduri itu.

Baca juga:
Kata Ganti -ku-, kau-, -mu, dan -nya
Penulisan Kata Turunan
Pemakaian Huruf Miring
Huruf Kapital atau Huruf Besar
Pemakaian Tanda Koma (,)

Kamis, 15 Januari 2015

... di ... sebagai Awalan atau Kata Depan (Preposisi)





Awalan di- di dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba) pasif dan berkaitan dengan bentuk aktifnya yang dibentuk dengan awalan me-, misalnya "dipukul" dan "memukul". Awalan di- tidak pernah mengalami perubahan bentuk.

Kesalahan yang sering terjadi adalah kekeliruan penulisan di- sebagai awalan yang harus ditulis serangkai dan penulisan di sebagai kata depan (preposisi) penunjuk tempat yang harus ditulis terpisah. Contohnya "dijual" bukan "di jual" dan "di mana" bukan "dimana". Cara mudah untuk memisahkan fungsi keduanya adalah dengan melihat jenis kata yang terbentuk: Jika menjadi kata kerja pasif, itu berarti harus ditulis serangkai dan jika menjadi penunjuk tempat atau lokasi, itu berarti harus ditulis terpisah.

Sebagai kata depan kata "di" harus ditulis terpisah:
di antara
di akhir
di atas
di awal
di bagian
di bawah
di belakang
di dalam
di dekat
di depan
di hadapan
di jalan
di kanan
di kiri
di luar
di mana
di muka
di pusat
di rumah
di samping
di saat
di sana
di sebelah
di seberang
di sekeliling
di sekitar
di seluruh
di sini
di sisi
di situ
di tanah
di tempat
di tengah
di tengah-tengah
di tepi
di tiap
di tiap-tiap
Beberapa kata yang memiliki arti beda jika ditulis terpisah. Kata-kata ini khusus untuk kata dasar yang dapat berfungsi sebagai kata benda (penunjuk tempat) sekaligus kata kerja. Beberapa contohnya
  • Dibalik = bentuk pasif dari membalik
  • Di balik = di bagian sebaliknya
  • Dipenjara = bentuk pasif dari memenjarakan (dikarantina, dibui, disel, dll.)
  • Di penjara = di (dalam) penjara (di karantina, di bui, di sel, dll.)
  • Disalib = bentuk pasif dari menyalib
  • Di salib = di (atas) salib
  • Digambar = bentuk pasif dari menggambar (disketsa, dipigura, difoto, dll.)
  • Di gambar = pada gambar (di sketsa, di pigura, di foto, dll.)
  • dan lain-lain,
Beberapa kata dapat diberi konfiks "di-kan", misalnya "diseberangkan", atau konfiks "di-i", misalnya "diawali"

Sebagai awalan, harus menyatu dengan kata kerjanya:
diakui, dikenai, dipukuli, ditampar, diberi, dicuri, dikerjakan, dll