Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label tanda kurung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanda kurung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Tanda Kurung ((…))

pemakaian tanda kurung ejaan bahasa Indonesia
1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Misalnya:
Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).
Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
Lokakarya (workshop) itu diadakan di Manado.

Mereka itu siswa sekolah menengah pertama (SMP) di DKI Jakarta.

2. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.

Misalnya:
Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.
Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.


3. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.


Misalnya:
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.
Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.
Pesepak bola kenamaan itu berasal dari (Kota) Padang.


4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.


Misalnya:
Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan
(1) akta kelahiran,
(2) ijazah terakhir, dan
(3) surat keterangan kesehatan.



Catatan:
Contoh di atas memang merupakan hal yang biasa atau hampir tidak menimbulkan masalah. Namun, hal itu bukan berarti bahwa tidak ada masalah dalam penulisan yang berkaitan dengan tanda kurung. Perhatikan contoh berikut!

Sekurang-kurangnya ada empat kaidah bahasaIndonesia: 1.*tata bunyi atau fonologi, 2.* tata bentuk kata atau morfologi, 3.* tata kalimat atau sintaksis, dan 4.* tata tulis atau ejaan.

Pada contoh itu terlihat bahwa penomoran perincian dalam teks digunakan tanda titik. Penomoran sepertin itu salah. Seharusnya, angka dalam penomoran seperti itu diapit tanda kurung sehingga perbaikannya menjadi seperti berikut.

Sekurang-kurangnya ada empat kaidah bahasa Indonesia: (1) tata bunyi atau fonologi, (2) tata bentuk kata atau morfologi, (3) tata kalimat atau sintaksis, dan (4) tata tulis atau ejaan.


Barangkali timbul pertanyaan bagaimana kalau perincian itu ditulis menurun, bukan menyamping. Apakah tetap digunakan tanda kurung atau tanda titik. Jawabnya sama, yaitu tetap dengan tanda kurung seperti berikut.

Sekurang-kurangnya ada empat kaidah bahasa Indonesia:
(1) tata bunyi atau fonologi,

(2) tata bentuk kata atau morfologi,
(3) tata kalimat atau sintaksis, dan
(4) tata tulis atau ejaan.


Baca juga:
Tanda Garis Miring (/)
Tanda Petik Tunggal (‘…’)
Tanda Petik (“…”)
Tanda Kurung Siku ([…])
Tanda Kurung ((…))
Tanda Seru (!)
Tanda Tanya (?)
Tanda Elipsis (…)
Tanda Pisah (―)
Tanda Hubung (-)
Tanda Dua Titik (:)
Tanda Titik Koma (;)
Pemakaian Tanda Koma (,)
Pemakaian Tanda Titik (.)
Tanda Apostrof (')

Kamis, 15 Januari 2015

Spasi di dekat Tanda Baca: Tanda Petik, Tanda Kurung, Koma, Titik, Tanda Tanya, Tanda Seru





tidak perlu spasi sesudah awal petik
1. Jangan gunakan spasi sesudah awal petik (") dan sebelum akhir petik ("). 
Salah: " Saya yang melakukannya. "
 ==> seharusnya "Saya yang melakukannya."
2. Jangan gunakan spasi sesudah kurng awal dan sebelum kurung akhir. 
Salah: body language ( bahasa tubuh ) 
==> seharusnya: body language (bahasa tubuh).
3. Jangan gunakan spasi sebelum titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:). 
Salah: Pergi ! ==> harusnya: Pergi!
Salah: Mengapa ? ==> harusnya: Mengapa?
Salah: Aku tiba dua jam yang lalu . ==> Harusnya: Aku tiba dua jam yang lalu.

Bapak Ibu Guru Dosen yang belum gabung, silakan gabung di: 
Komunitas Guru Menulis (https://www.facebook.com/groups/gurumenulis/). Ditunggu kiriman naskahnya di lomba.nulis.guru@gmail.com. Info selengkapnya, silakan cek ACARA. Bagikan pengalaman Anda sebagai guru dan biarkan hal itu menginspirasi guru lainnya, demi Indonesia yang lebih membanggakan.
Ada 2 kontes:
1. Nulis Pengalaman Guru (kisah nyata) tema: Manajemen Kelas. Info selengkapnya di: https://www.facebook.com/events/338586389662440/?ref=4


Baca juga:
Penulisan judul: huruf kecil dan besar
Izin atau Ijin - Daftar Kata yang Harus Dicermati
Bentuk terikat
Kata majemuk
Penulisan Artikel "pun"