Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label penggunaan kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penggunaan kata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2016

Bagaimanakah pemakaian ini, itu dan begini, begitu?


Kata ini dan itu biasa digunakan sebagai kata penunjuk. Dalam pemakaian yang umum, ini menunjuk sesuatu yang dekat dengan pembicara, sedangkan itu menunjuk sesuatu yang jauh dari pembicara. Dalam bahasa tulis terdapat konvensi yang lazim diikuti. Kata ini digunakan untuk mengacu ke bagian yang akan disebutkan. Untuk lebih jelasnya, kita perhatikan contoh berikut.

(1) Saya sangat tertarik pada perkumpulan yang Saudara pimpin. Saya ingin memperoleh jawaban dari Saudara atas beberapa pertanyaan saya ini. Pertama, di manakah saya dapat mendaftarkan diri? Kedua, berapakah uang iuran setiap bulan?

Pada contoh (1) di atas, kata ini mengacu ke dua pertanyaan yang disebutkan kemudian. Jika pertanyaan itu disebutkan terlebih dahulu, kata pengacu yang digunakan adalah itu.

Perhatikan perubahan susunannya berikut ini.

(2) Saya sangat tertarik pada perkumpulan yang Saudara pimpin. Di manakah saya dapat mendaftarkan diri? Berapakah uang iuran setiap bulan? Saya ingin memperoleh jawaban dari Saudara atas beberapa pertanyaan saya itu.

Pada contoh (2), kata itu mengacu balik ke bagian yang telah disebutkan, yakni dua kalimat tanya di depannya.

Contoh berikut ini memperlihatkan pemakaian kata ini dan itu secara bersama-sama.

(3) Karena petunjuk pelaksanaan yang telah disiapkan dipandang tidak praktis, disusunlah petunjuk baru. Selain alasan itu, ada pula alasan lain yang dapat disebutkan berikut ini. (a) Landasan hukum
tidak lengkap. (b) Penanggung jawab kegiatan tidak ditegaskan. (c) Sanksi atas kelalaian pelaksanaan tidak dinyatakan.


Di samping kata ini dan itu, ada pula kata begini dan begitu yang mempunyai aturan pemakaian yang sama. Menurut asal-usulnya kata begini berasal dari bagai ini dan begitu berasal dari bagai itu. Kata begini mengacu ke bagian yang akan disebutkan, sedangkan begitu mengacu ke bagian yang telah disebutkan. Marilah kita perhatikan contoh berikut ini.

(4) Beginilah cara menggiring bola yang baik. Tendanglah bola sesuai dengan kecepatan berlari. Setiap kali bola ditendang, kaki Anda yang lain harus masih dapat menjangkaunya. Semakin keras tendangan Anda, semakin cepat Anda harus berlari.

Pada contoh di atas, kata begini mengacu ke bagian berikut dari paragraf itu yang menjelaskan cara menggiring bola. Kini kita perhatikan pemakaian kata begitu.

(5) Jika bola ditendang terlalu keras, sedangkan Anda tidak cepat berlari, kemungkinan besar yang terjadi adalah bahwa kaki Anda yang lain tidak dapat menjangkaunya. Jika lawan Anda mengawal
secara ketat, bola yang di luar jangkauan kaki Anda dapat diserobotnya. Dengan begitu Anda akan kehilangan bola.


Pada contoh di atas, kata begitu mengacu ke pernyataan yang telah disebutkan, yakni hal lepasnya bola ke kaki lawan.

Tentu saja, kata begitu yang dibicarakan di sini bukanlah yang semakna dengan demikian, seperti yang terdapat pada kalimat:
Ia begitu berwibawa.
Begitu datang, ia marah-marah.


Baca juga:
Manakah yang benar: mempercayai atau memercayai?
Bagaimanakah penggunaan kata siang, malam, pagi, dan sore dalam sapaan?
Penulisan Artikel "pun"
Angka dan Lambang
Singkatan dan Akronim
Partikel -lah, -kah, -tah, pun, per
Kata Depan di, ke, dan dari
Kata Ganti -ku-, kau-, -mu, dan -nya
Kata Ulang dan Gabungan Kata
Penulisan Kata Turunan

Bagaimanakah penggunaan kata siang, malam, pagi, dan sore dalam sapaan?


Dalam bahasa Indonesia kita mengenal beberapa kata yang mengacu ke saat tertentu yang merupakan bagian hari: siang, malam, pagi, dan sore. Persepsi orang berbeda-beda terhadap pengertian yang diacu oleh kata itu. Hal itu terlihat pada keberagaman batasan yang diberikan oleh beberapa kamus.

Kata siang bermakna saat matahari terbit sampai matahari terbenam atau dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 18.00. Kata siang biasa dipakai sebagai pasangan kontras malam. Kata malam bermakna saat matahari terbenam sampai matahari terbit atau dari pukul 18.00 sampai dengan pukul 06.00.

Kata pagi bermakna waktu menjelang matahari terbit atau saat mulainya hari. Rumusan lain yang dapat ditemukan adalah saat matahari terbit sampai dengan pukul 09.00 atau pukul 10.00. Dari beberapa rumusan itu dapat dikatakan, pagi adalah bagian akhir dari malam dan bagian awal dari siang.

Di samping kata itu, kita juga mengenal subuh dan dini (hari). Kata subuh mengacu ke saat menjelang terbitnya fajar. Sedangkan dini hari mengacu ke awal hari. Dengan kata lain, subuh dan dini hari adalah bagian akhir dari malam dan bagian awal dari pagi. Orang juga menyebutnya pagi-pagi benar atau pagi buta.

Kata sore bermakna saat sesudah tengah hari sampai saat matahari terbenam atau dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 18.00. Khusus saat menjelang matahari terbenam atau dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00. kita menyebutnya petang. Dengan demikian, petang adalah bagian akhir dari sore dan sore adalah bagian akhir dari siang.

Dari uraian di atas tampak bahwa pengertian kata-kata yang mengacu ke bagian hari itu dikaitkan dengan dua hal, yaitu
(1) keadaan alam; ada tidaknya matahari atau keadaan terang dan gelap, dan
(2) jam yang menjadi penunjuk waktu.

Dua tolok ukur itulah yang menyebabkan perbedaan persepsi. Di Banyuwangi, ujung timur Pulau Jawa, pada pukul 06.00 matahari sudah kelihatan dan tidak dapat lagi disebut subuh. Bagi penduduk di tempat itu sinar matahari pada pukul 14.00 sudah tidak sedemikian panas sehingga mereka menganggap saat itu sudah sore.

Sementara itu. di Banda Aceh, ujung utara Sumatra, pada pukul 06.00 matahari belum muncul; saat itu dikatakan masih subuh. Pada pukul 14.00 sinar matahari masih terasa panas dan orang di sana menganggap saat itu masih siang. Di daerah yang dekat kutub, misalnya Negeri Belanda, pada bulan tertentu matahari masih kelihatan pada pukul 21.00. Meskipun demikian, orang sepakat menyebut saat itu sudah malam.

Perbedaan persepsi itu juga memengaruhi sapaan salam yang berkaitan dengan saat kita menyapa. Batas pagi dan siang, misalnya, tidak dapat ditentukan secara tegas. Meskipun demikian, kita lazim
mengucapkan selamat siang antara pukul 10.00 dan pukul 14.00. Selamat sore lazim diucapkan antara pukul 14.00 dan pukul 18.30. Pada pukul 16.30 sampai pukul 18.30, pada situasi yang formal. lazim diucapkan selamat petang. Selamat malam lazim diucapkan antara pukul 18.30 dan 04.00. Kita tidak lazim mengucapkan selamat subuh atau selamat dini hari. Antara pukul 04.00 dan pukul 10.00 lazim diucapkan selamat pagi.

Ada kebiasaan baru yang menarik. Jika kata pagi dapat diartikan 'awal hari'. Penyiar yang muncul di layar televisi pada pukul 00.01menganggap wajar mengucapkan selamat pagi.

Fungsi sapaan memang bukan untuk menginformasikan makna yang terkandung pada kata-kata yang dipakai, melainkan untuk menciptakan kontak awal yang akrab antara pembicara dan kawan bicara yang memungkinkan komunikasi selanjutnya berjalan lancar. Sapaan kadang-kadang juga digunakan untuk maksud tertentu. Pada pukul 08.00 seorang atasan dapat mengucapkan "selamat siang" kepada bawahannya yang baru datang ke kantor yang menurut aturan karyawan itu seharusnya masuk pukul 07.00. Dalam hal itu, sapaan digunakan untuk menegur dan mengingatkan karyawan bahwa ia datang terlambat. Jadi, jika penyiar televisi mengucapkan "selamat pagi" pada pukul 01.00, tampaknya ia juga bermaksud mengingatkan penonton bahwa saat itu sudah mulai hari yang baru.


Baca juga:
Manakah yang benar: mempercayai atau memercayai?
Penulisan Artikel "pun"
Angka dan Lambang
Singkatan dan Akronim
Partikel -lah, -kah, -tah, pun, per
Kata Depan di, ke, dan dari
Kata Ganti -ku-, kau-, -mu, dan -nya
Kata Ulang dan Gabungan Kata
Penulisan Kata Turunan