Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label imbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imbuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2018

Pengimbuhan

disalin dari Drs. Mustakim, M.Hum. Bentuk dan Pilihan Kata. Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta: 2014

Baca artikel sebelumnya


Pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan menambahkan imbuhan pada kata dasar. Sehubungan dengan itu, imbuhan yang lazim digunakan sebagai unsur pembentuk kata dalam bahasa Indonesia, paling tidak, terdiri atas empat macam, dan masing-masing diberi nama sesuai dengan posisinya pada suatu kata.

Pertama, imbuhan yang terletak pada awal kata lazim disebut awalan (prefiks).
Kedua, imbuhan yang terletak pada akhir kata lazim disebut akhiran (sufiks).
Ketiga, imbuhan yang terletak pada tengah kata lazim disebut sisipan (infiks).
Keempat, imbuhan yang terletak pada awal kata dan akhir kata sekaligus lazim disebut gabungan imbuhan (konfiks).

Beberapa contoh imbuhan itu dapat diperhatikan di bawah ini.

a. Awalan
meng- ==> menulis, melamar, memantau
di- ==> ditulis, dilamar, dipantau
peng- ==> penulis, penyanyi, peramal
ber- ==> berkebun, bermain, bermimpi
ter- ==> terpaksa, terpadu, tersenyum
se- ==> serupa, senada, seiring

b. Akhiran
-an ==> tulisan, tatapan, tantangan
-i ==> temui, sukai, pandangi
-kan ==> tumbuhkan, sampaikan, umumkan

c. Sisipan
-el- ==> geletar, geligi, gelantung
-em- ==> gemuruh, gemetar
-er- ==> gerigi

d. Gabungan Imbuhan
meng-...-kan ==> menemukan, meratakan
meng-...-i ==> memandangi, mengunjungi
peng-...-an ==> pendidikan, pemandian
ke-...-an ==> kehujanan, kemajuan
se-...-nya ==> seandainya, sebaiknya
per-...-an ==> peraturan, persimpangan

Baca artikel berikutnya!

Senin, 11 Juli 2016

Pemakaian Bentuk Kata yang Tepat

Imbuhan pada sebuah verba memberikan makna tertentu pada verba itu. Oleh sebab itu, pemakalannya pun harus dilakukan secara cerrnat. Berikut ini beberapa contoh pemakaian imbuhan, dalam hal ini akhiran, yang perlu diperhatikan.

(1) Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman.

Akhiran -kan pada kata diberikan seharusnya tidak muncul. Kalimat itu seharusnya berbunyi:

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman.

atau

Semoga kekuatan iman diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Bandingkan dengan kalimat-kalimat berikut.

(2) Saliman memberi adiknya buku baru.
(3) Adiknya diberi (Saliman) buku baru. 
(4) Saliman memberikan buku baru kepada adiknya. 
(5) Buku baru diberikan (Saliman) kepada adiknya. 

Perhatikan pula penggunaan akhiran -kan pada contoh berikut.

(6) Gubernur menugaskan walikota untuk menyelesaikan masalah itu. 

Bentuk menugaskan tidak tepat digunakan dalam kalimat di atas. Bentuk yang seharusnya digunakan ialah menugasi sehingga kalimat perbaikannya menjadi seperti berikut.

(6a) Gubernur menugasi walikota untuk rnenyelesaikan masalah itu. 

Agar lebih jelas perhatikan kalimat-kalimat berikut.

(7) la menugaskan penyusunan buku itu kepada saya.
(8) Penyusunan buku itu ditugaskan kepada saya.
(9) la menugasi saya (untuk) menyusun buku.
(10) Saya ditugasi (untuk) menyusun buku.

Dari contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa menugaskan berarti 'menjadikan tugas', sedangkan menugasi berarti 'memberi tugas kepada'.



Baca juga:
Manakah yang benar: mempercayai atau memercayai?
Singkatan dan Akronim
Di mana, yang mana
... di ... sebagai Awalan atau Kata Depan (Preposisi)
Izin atau Ijin - Kata yang Sering Salah Eja