Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label tukas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tukas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juli 2016

Makna Kata Kilah dan Tukas



Jika sebuah kata tidak dipahami maknanya, pemakaiannya pun mungkin tidak akan tepat. Hal itu akan menimbulkan keganjilan, kekaburan, dan salah tafsir. Berikut ini akan dibahas kata kilah dan tukas yang sering dipakai secara tidak tepat.

Kata kilah disamakan dengan kata kata atau ujar sehingga berkilah dianggap sama dengan berkata atau berujar dan kilahnya dianggap sama dengan katanya atau ujarnya. Hal ini terlihat dalam wacana berikut.

(1) Kemarin Tuti dibelikan baju baru oleh Doni, kakaknya. Dengan senang hati dia menerimanya. "Terima kasih," kilahnya kepada Doni.

Kalau kita membuka Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), akan kita temukan kata kilah dengan makna 'tipu daya' atau 'dalih'. Jadi, pemakaiannya seperti pada wacana (1) tidaklah tepat. Berkilah artinya 'alasan untuk membantah pendapat orang'.
Perhatikan contoh berikut.

(2) Dalam pertandingan semalam, penampilannya begitu buruk sehingga dia mengalami kekalahan telak. Atas kekalahannya itu dia berkilah bahwa suhu udara sangat rendah sehingga gerakan tubuhnya terhambat. 
(3) Banyak soal ujian yang tidak dapat dikerjakannya. Kali ini tampaknya persiapannya kurang. "Saya tidak dapat belajar. Rumah saya terlalu bising," kilahnya. 

Dalam contoh (2) suhu udara dijadikan alasan kekalahan untuk menolak adanya pendapat yang lain. Demikian juga dalam contoh (3), kebisingan di rumah dijadikan alasan kurangnya persiapan untuk menutupi kekurangan lain yang sebenarnya.

Kata berdalih merupakan sinonim berkilah. Berdalih artinya 'mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatan'. Berikut ini contoh pemakaiannya.

(4) Ucok ingin menjual sepedanya untuk membayar utang. Kepada ibunya dia berdalih bahwa sepedanya itu sudah tidak baik lagi jalannya. 

Kata tukas juga sering digunakan dengan pengertian keliru. Kata tukas sering diartikan 'menjawab atau menanggapi perkataan orang dengan cepat' seperti contoh berikut:

(5) Edi bertanya kepada Pak Amir, "Pak, apakah persoalan ini perlu dibicarakan dengan Pak Hasan atau,.." 
"Tidak perlu lagi," tukas Pak Amir. 


Arti kata tukas yang benar, seperti tercantum dalam KUBI, adalah 'menuduh tidak dengan alasan yang cukup'. Berikut ini contoh pemakaiannya.

(6) Retno mendapatkan tasnya telah terbuka dan dompet berisi uang serta surat-surat penting telah lenyap dari sana. Dengan pikiran kalut dia menengok ke kiri ke kanan dan melihat orang yang rasa-rasanya selalu mengikutinya. "Pasti engkaulah yang mengambil dompetku," tukasnya kepada orang itu. 

Selain itu, ada pula kata tukas yang berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti 'mengulangi lagi' (permintaan, jawaban, panggilan, dan sebagainya). Berikut ini contoh pemakaiannya.

(7) "Jangan berhujan-hujan. Nanti Ibu marah," kata Titi kepada adiknya. "Tidak peduli," jawab adiknya. "Nanti kau dihukum," kata Titi lagi. "Tidak peduli," tukas adiknya.



Baca juga:
Nuansa Makna dalam Kata
Kata Ranking dan Langganan
Kata Bahasa Indonesia
Penulisan Kata yang Benar
Pemakaian Bentuk Kata yang Tepat
Kata Si dan Sang
Pemenggalan Kata