Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label pengacuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengacuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2019

Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

copas dari artikel Ivan Lanin di https://linguabahasa.id/penulisan-daftar-pustaka-yang-baik-dan-benar/

Panduan dan Contoh dalam PUEBI
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) memberikan panduan penulisan daftar pustaka pada empat bagian yang terpisah sebagai berikut.

  1. Butir I.G.1 tentang Huruf Miring: Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.
  2. Butir III.A.3 tentang Tanda Titik: Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.
  3. Butir III.B.8 tentang Tanda Koma: Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
  4. Butir III.D.5 tentang Tanda Titik Dua: Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.
Empat panduan pada PUEBI tersebut memberikan tujuh contoh penulisan daftar pustaka sebagai berikut.
  1. Pusat Bahasa. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edisi Keempat (Cetakan Kedua). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Peta Bahasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta.
  3. Moeliono, Anton. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
  4. Gunawan, Ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Restu Agung.
  5. Halim, Amran (Ed.) 1976. Politik Bahasa Nasional. Jilid 1. Jakarta: Pusat Bahasa.
  6. Tulalessy, D. dkk. 2005. Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Wilayah Indonesia Timur. Ambon: Mutiara Beta.
  7. Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Bahasa.
Pola Umum Penulisan
Semua contoh pada PUEBI memberikan pola penulisan daftar pustaka untuk buku seperti berikut.

Pengarang. Tahun. Judul. Penerbit.

Pola ini bisa dirumuskan dengan akronim sikad (siapa pengarangnya; kapan diterbitkan; apa judulnya; di mana dan oleh siapa diterbitkan). Berikut uraian polanya.
  1. Tiap bagian dipisahkan oleh tanda titik.
  2. Pengarang individu ditulis dengan nama belakang ditulis lebih dahulu yang dipisahkan dengan tanda koma dengan nama depan. Pengarang berupa institusi ditulis tanpa dibalik urutan namanya.
  3. Judul ditulis dengan huruf miring dengan kapitalisasi judul. Keterangan edisi atau jilid dipisahkan dengan tanda titik. Keterangan cetakan ditulis dalam tanda kurung.
  4. Informasi penerbit terdiri atas dua bagian, yaitu kota dan penerbit, yang dipisahkan dengan tanda titik dua.
PUEBI hanya memberikan contoh untuk penulisan daftar pustaka berupa buku. Lantas, bagaimana cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar dari sumber rujukan lain seperti artikel majalah atau tulisan di situs web? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita mesti mencari gaya penulisan yang mirip.

Ada banyak gaya penulisan daftar pustaka di dunia. Gaya penulisan yang terkenal antara lain APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), dan CMS (Chicago Manual of Style). Mari kita lihat penulisan menurut tiap gaya ini:
  • APA: Moeliono, A. (1989). Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
  • MLA: Moeliono, Anton. Kembara Bahasa. Gramedia, 1989.
  • CMS: Moeliono, Anton. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Ternyata, gaya penulisan daftar pustaka menurut CMS (model pengarang-tanggal atau author-date) paling mirip dengan contoh penulisan pada PUEBI. Berdasarkan itu, kita dapat berikhtiar untuk menjadikan CMS sebagai rujukan penulisan daftar pustaka dari majalah, jurnal, situs web, dan lain-lain. Ulasan berikut membahas penulisan daftar pustaka dalam bahasa Indonesia sesuai dengan gaya CMS. Kami menyebutnya Gaya Sitasi Indonesia (GSI).

Penulisan Berdasarkan Sumber
Berdasarkan jenisnya, sumber daftar pustaka dapat dikelompokkan menjadi buku, terbitan berkala (periodical), sumber akademis, konten daring, multimedia, sumber tertulis lain, dan sumber lisan. Komunikasi pribadi, seperti surel dan telepon, umumnya tidak dimasukkan ke dalam daftar pustakan dan hanya dicantumkan di dalam teks.

Keterangan singkatan pada kolom “Penulisan”:
  1. P = Pengarang
  2. T = Tahun
  3. J = Judul
  4. J1 = Judul karya yang menjadi bagian J2
  5. J2 = Judul karya yang mengandung J1
  6. K = Nama kota dan/atau penerbit
  7. C = Catatan atau keterangan tambahan
  8. F = Format 

Buku
Selain buku standar, variasi cara penulisan diterapkan pada sumber bagian buku, buku terjemahan, dan buku elektronik (buku-el). Sumber daring ditambahkan alamat situsnya pada bagian paling belakang.
SumberPenulisanContoh
BukuP. T. J. K.Lanin, Ivan. 2018. Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris? Jakarta: Buku Kompas.
Bagian bukuP. T. “J1”. J2. K.Kridalaksana, Harimurti. 2007. “Bahasa dan Linguistik”. Dalam Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik, diedit oleh Kushartanti, Untung Yuwono, dan Multamia RMT Lauder, 3–14. Jakarta: Gramedia.
TerjemahanP. T. J. C. K.
C = Penerjemah
Rowling, J.K. 2008. Harry Potter dan Relikui Kematian. Terjemahan Listiana Srisanti. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Buku-elP. T. J. K. F.
F = Format buku-el (Kindle, dll.)
Endarmoko, Eko. 2018. Remah-Remah Bahasa. Jakarta: Bentang Pustaka. Google Play.

Terbitan Berkala
Terbitan berkala terdiri atas jurnal dan artikel (majalah, koran). Sumber daring ditambahkan alamat situsnya pada bagian paling belakang.
SumberPenulisanContoh
JurnalP. T. “J1”. J2 C.
C = Volume, Nomor (Tanggal): Halaman
Ibrahim, Gufran A. dan Luh Anik Mayani. 2018. “Perencanaan Bahasa di Indonesia Berbasis Triglosia”. Linguistik Indonesia 36, no. 2: 107–116.
Majalah atau koranP. T. “J1”. J2, C.
C = Tanggal
Anderson, Benedict. 2001. “Beberapa Usul demi Pembebasan Bahasa Indonesia”. Majalah Tempo, Desember: 35.

Sumber Akademis
Sumber akademis terdiri atas karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi) dan makalah.
SumberPenulisanContoh
Skripsi, tesis, atau disertasiP. T. “J”. C.
C = Jenis, Institusi
Lanin, Ivan. 2012. “Strategi peningkatan kualitas ilmiah Wikipedia bahasa Indonesia”. Tesis, Program Studi Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia.
MakalahP. T. “J”. C.
C = Makalah, Acara
Lanin, Ivan. 2018. “Penggunaan Bahasa dan Sastra dalam Teknologi Informasi sebagai Penguat Karakter Bangsa”. Makalah, Kongres Bahasa Indonesia XI.
Konten Daring
Konten daring terdiri atas situs web atau blog, media sosial, video daring, dan siniar (podcast).
SumberPenulisanContoh
Situs webP. T. “J1”. J2. C.Lanin, Ivan. 2019. “Konsultan, Konsultasi, dan Konsultansi”. LinguaBahasa. Diakses 23 Feb 2019. https://linguabahasa.id/konsultan-konsultasi-dan-konsultansi/
Media sosialP. T. “J”. C.Lanin, Ivan (@ivanlanin). 2017. “Kata itu netral. Tafsir manusia membuatnya memihak.” Twitter, 31 Agu 2017, 12.40. https://twitter.com/ivanlanin/status/ 902949189658673152.
Video daringP. T. “J”. C.Mojokdotco. 2018. “Ivan Lanin: Saya Wikipediawan, Bukan KBBI Berjalan”. Video YouTube, 22.04, 2 Apr. http://youtu.be/SkSkjWy9s34.
Siniar (podcast)P. T. “J1”. J2. C.Kompas Corner. 2019. “Ivan Lanin: Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris?”. OBSESIF. Audio podcast, 34.08, 10 Feb. https://shows.pippa.io/obsesif/episodes/ivan-lanin-xenoglosofilia_kenapa-harus-nginggris.
Multimedia
Multimedia terdiri atas siaran (televisi atau radio), film atau video, audio (lagu atau rekaman), dan foto. Sumber daring ditambahkan alamat situsnya pada bagian paling belakang.
SumberPenulisanContoh
Televisi atau radioJ2. “J1”. C.
C = Stasiun, Tanggal
Mata Najwa. “Catatan Tanpa Titik”. MetroTV, 26 Juli 2017.
Film atau videoJ. T. F. C. K.
F = Format (DVD, dsb.) bisa tidak dicantumkan
C = Sutradara

Ada Apa dengan Cinta? 2002. DVD. Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Jakarta: Miles Production.
Lagu atau rekamanP. T. J. C. K. F.
C = Konduktor
F = CD, dsb.
New York Philharmonic. 1948. Concerto in E minor: for violin and orchestra, op. 64 / Mendelssohn. Konduktor Bruno Walter. New York: Columbia. CD.
FotoP. T. J. K.Cartier-Bresson, Henri. 1938. Juvisy, France. Museum of Modern Art, New York City.

Sumber Tertulis Lain
Sumber tertulis lain terdiri atas referensi (ensiklopedia dan kamus), laporan, kitab suci, dan peraturan perundang-undangan. Sumber daring ditambahkan alamat situsnya pada bagian paling belakang.
SumberPenulisanContoh
Ensiklopedia atau kamusJ2, T. Entri “J1”. K. C.KBBI Daring. 2018. Entri “kamus”.  Diakses 23 Feb 2019. https://kbbi.kemdikbud.go.id/ entri/kamus
LaporanP. T. J. K.Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. 2018. Laporan Belanja Perpajakan 2016–2017. Jakarta: Kemenkeu. http://www.fiskal.kemenkeu.go.id/ publikasi/TER/ter2016-2017.pdf
StandarP. T. J. C. K.
C = Nomor standar
Badan Standardisasi Nasional. 2015. Sistem manajemen mutu – Persyaratan. Standar No. SNI ISO 9001:2015.
Kitab suciJ. T. K.Alquran dan Terjemahannya. 2017. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Peraturan perundang-undanganP. T. J. K.Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Sumber Lisan
Sumber lisan terdiri atas pidato, presentasi, atau kuliah dan wawancara.
SumberPenulisanContoh
Pidato, presentasi, atau kuliahP. T. “J”. C.Lanin, Ivan. 2018. “Penulisan Tesis dengan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar”. Kuliah di Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia, 17 April 2018.
WawancaraP. T. “J”. C.Obama, Michelle. 2009. “Oprah Talks to Michelle Obama”. Wawancara oleh Oprah Winfrey. O, The Oprah Magazine, 1 April 2009.

Variasi Bagian
Bagian-bagian di atas diberi singkatan untuk memudahkan pengodean. Variasi pada tiap bagian akan dijelaskan berikut ini.

Pengarang (P)
Nama pengarang dituliskan sebagai berikut.
  • Satu pengarang: Lanin, Ivan
  • Dua pengarang: Endarmoko, Eko dan Uksu Suhardi
  • Tiga pengarang: Nuradi, Felicia, Totok Suhardianto, dan Tendy Soemantri
  • Lebih dari tiga pengarang: Darnis, Azhari D., dkk.
  • Editor: Adib, Holy (ed.)
  • Nama satu kata: Soeharto
  • Lembaga: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan
  • Pengarang tidak diketahui: n.n. 

Tahun (T)

Tahun terbit dituliskan sebagai berikut.
  • Ada tahun: 2019
  • Tanpa tahun: t.t. 

Judul (J, J1, J2)

Edisi atau jilid buku dapat ditambahkan setelah judul. Nomor cetakan dapat ditambahkan dalam tanda kurung. Contoh:
  • Kamus Linguistik. Edisi Keempat (Cetakan Kedua).
  • Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1. 

Kota dan Penerbit (K)

Nama kota dan penerbit dipisahkan dengan tanda titik dua. Contoh: Jakarta: Gramedia.

Catatan (C)

Catatan atau keterangan tambahan bergantung pada jenis sumber.

Senin, 06 Februari 2017

Huruf Kapital dan Kata yang Menyatakan Hubungan Kekerabatan

Di bawah ini dikemukakan beberapa contoh kalimat yang mengandung kesalahan penggunaan huruf kapital.

9) Seorang Ayah mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap ekonomi keluarganya. 
10) Kata Adik,“Besok ayah pulang dari luar kota, Bu.”

Kata yang dicetak miring dalam kalimat tersebut adalah kata yang bermasalah jika dilihat dari segi penggunaan huruf. Berikut penjelasannya satu per satu.

Persoalan yang juga sering muncul yang terkait dengan penggunaan huruf kapital adalah penggunaan huruf kapital untuk kata yang menyatakan hubungan kekerabatan yang dipakai sebagai sapaan dan sebagai pengacuan.
Contoh kesalahannya terlihat pada kalimat (9) dan (10) di atas. Kalimat (9) di atas berbunyi Seorang Ayah mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap ekonomi keluarganya. Kalimat (10) berbunyi Kata Adik,“Besok ayah pulang dari luar kota, Bu.”

Kata ayah memang termasuk kata yang menyatakan hubungan kekerabatan, tetapi tidak semua kata yang menyatakan hubungan kekerabatan ditulis dengan huruf kapital. Kata yang menyatakan hubungan kekerabatan, seperti saudara, adik, kakak, ibu, bapak, nenek, dan kakek, yang ditulis dengan huruf awal kapital adalah yang digunakan sebagai sapaan atau sebagai pengacuan. Kita perhatikan kalimat di bawah ini.

1) Surat Saudara/Bapak sudah saya terima minggu yang lalu.
2) Dalam acara itu rencananya Ibu dimohon memberikan sambutan.
3) Kalau tidak salah, Kakek akan ke Jakarta, ya Dik?
4) Saat memberikan uang itu, Ibu tidak bilang apa-apa, Kak.

5) Dia mempunyai lima orang saudara yang tinggal di kampung.
6) Sudah lama dia berpisah dengan bapak dan ibunya karena belajar di luar negeri.


Kata saudara atau bapak pada kalimat (1) harus ditulis dengan huruf awal kapital karena kedua kata itu termasuk kata yang menyatakan hubungan kekerabatan dan digunakan sebagai sapaan. Begitu pula kata ibu pada kalimat (2). Adapun kata kakek dan ibu pada kalimat (3) dan (4) memang tidak digunakan sebagai sapaan, tetapi digunakan sebagai pengacuan. Istilah pengacuan yang digunakan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kurang dapat disamakan dengan sapaan tidak langsung. Berbeda halnya dengan kata saudara serta bapak dan ibunya pada kalimat (5) dan (6). Dalam kalimat itu kata saudara serta bapak dan ibunya tidak digunakan sebagai sapaan dan tidak pula digunakan sebagai pengacuan. Oleh karena itu, kedua kata tersebut ditulis dengan huruf kecil.

Berdasarkan penjelasan di atas, kalimat contoh kasus (9)—(10) dapat diperbaiki menjadi seperti di bawah ini.

9a) Seorang ayah mempunyi tanggung jawab yang besar terhadap ekonomi keluarganya.
10a) Kata Adik, “Besok Ayah pulang dari luar kota, Bu.”



Huruf Kapital dan Kata yang Menyatakan Hubungan Kekerabatan


Baca juga:
Huruf Kapital atau Huruf Besar
Penggunaan Huruf Kapital untuk Nama Geografi
Huruf Kapital untuk Nama Gelar dan Jabatan
Penulisan judul: huruf kecil dan besar
Pemakaian Huruf Kapital untuk Nama Jenis dan Bedanya dengan Nama Geografi
Pemakaian Huruf Kapital untuk Nama Diri
Huruf Kapital dan Kata yang Menyatakan Hubungan Kekerabatan