Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label tanda seru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanda seru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Tanda Seru (!)

pemakaian tanda seru ejaan bahasa Indonesia

Tanda seru dipakai sesuda ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.

Misalnya:
Alangkah seramnya peristiwa itu!
Alangkah indahnya taman laut di Bunaken!
Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia!
Bayarlah pajak tepat pada waktunya!
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Masakan! Sampai hati juga ia meninggalkan anak-istrinya.

Masa! Dia bersikap seperti itu?
Merdeka!


CATATAN:
Tanda seru digunakan untuk ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Namun, dalam praktik berbahasa masih sering ditemukan kesalahan penulisan kalimat seru. Berikut contoh kesalahan itu.

1) Perhatikan contoh berikut.*
2) Alangkah segarnya udara pagi di penungan ini.*
3) Yang benar saja.*
4) Semangat terus.*


Kalimat (1) termasuk kalimat perintah. Kata perhatikan merupakan tanda bahwa kalimat itu kalimat perintah. Oleh karena itu, penggunaan tanda titik pada akhir kalimat perintah tersebut salah. Seharusnya, kalimat (1) diakhiri dengan tanda seru.
Kalimat (2) juga merupakan pernyataan kekaguman yang sungguh-sungguh tentang udara pagi di pegunungan. Kalimat yang menggambar kesungguhan seperti itu harus diakhiri dengan tanda seru juga, bukan tanda titik.
Kalimat (3) merupakan pernyataan yang menggambarkan ketidakpercayaan terhadap sesuatu. Kalimat seperti itu juga harus diakhiri dengan tanda seru, bukan tanda titik atau tanda tanya.
Kalimat (4) dapat diakhiri dengan tanda titik, tetapi pernyataan seperti itu hanya merupakan pernyataan biasa yang tidak menggambarkan semangat yang besar. Jika ingin menggambarkan semangat yang bergelora, kalimat (4) harus diakhiri dengan tanda seru. Dengan demikian, keempat kalimat di atas dapa

1a) Perhatikan contoh berikut!
2a) Alangkah segarnya udara pagi di penungan ini!
3a) Yang benar saja!
4a) Semangat terus!



Baca juga:
Tanda Garis Miring (/)
Tanda Petik Tunggal (‘…’)
Tanda Petik (“…”)
Tanda Kurung Siku ([…])
Tanda Kurung ((…))
Tanda Seru (!)
Tanda Tanya (?)
Tanda Elipsis (…)
Tanda Pisah (―)
Tanda Hubung (-)
Tanda Dua Titik (:)
Tanda Titik Koma (;)
Pemakaian Tanda Koma (,)
Pemakaian Tanda Titik (.)
Tanda Apostrof (')

Kamis, 15 Januari 2015

Spasi di dekat Tanda Baca: Tanda Petik, Tanda Kurung, Koma, Titik, Tanda Tanya, Tanda Seru





tidak perlu spasi sesudah awal petik
1. Jangan gunakan spasi sesudah awal petik (") dan sebelum akhir petik ("). 
Salah: " Saya yang melakukannya. "
 ==> seharusnya "Saya yang melakukannya."
2. Jangan gunakan spasi sesudah kurng awal dan sebelum kurung akhir. 
Salah: body language ( bahasa tubuh ) 
==> seharusnya: body language (bahasa tubuh).
3. Jangan gunakan spasi sebelum titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:). 
Salah: Pergi ! ==> harusnya: Pergi!
Salah: Mengapa ? ==> harusnya: Mengapa?
Salah: Aku tiba dua jam yang lalu . ==> Harusnya: Aku tiba dua jam yang lalu.

Bapak Ibu Guru Dosen yang belum gabung, silakan gabung di: 
Komunitas Guru Menulis (https://www.facebook.com/groups/gurumenulis/). Ditunggu kiriman naskahnya di lomba.nulis.guru@gmail.com. Info selengkapnya, silakan cek ACARA. Bagikan pengalaman Anda sebagai guru dan biarkan hal itu menginspirasi guru lainnya, demi Indonesia yang lebih membanggakan.
Ada 2 kontes:
1. Nulis Pengalaman Guru (kisah nyata) tema: Manajemen Kelas. Info selengkapnya di: https://www.facebook.com/events/338586389662440/?ref=4


Baca juga:
Penulisan judul: huruf kecil dan besar
Izin atau Ijin - Daftar Kata yang Harus Dicermati
Bentuk terikat
Kata majemuk
Penulisan Artikel "pun"