Kamis, 11 Februari 2016

Partikel -lah, -kah, -tah, pun, per

penulisan partikel lah dan kata seru lah
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:
Bacalah buku itu baik-baik.
Apakah yang tersirat dalam dalam surat itu?
Jakarta adalah ibukota Republik Indonesia.
Siapakah gerangan dia?
Apatah gunanya bersedih hati?


Catatan:
"Lah" sebagai kata seru untuk penekanan ditulis terpisah.

Misalnya:
Lah, itu dia!
Bukan saya, lah!


2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:
Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus.
Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan.
Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.
Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi.

(1) Mereka pun turut mendukung pembangunan pasar tradisinal itu.
(2) Parkir kendaraan pun sulit karena banyaknya mobil yang dibawa para tamu.


Catatan:
Partikel pun yang ditulis serangkai adalah partikel pun yang merupakan kata penghubung. Jadi, kata-kata seperti meskipun, walaupun, sunggguhpun, biarpun, kendatipun, dan bagaimanapun ditulis serangkai. Contoh pemakaiannya adalah sebagai berikut.

(3) Walaupun hari masih pagi, para pegawai kantor itu sudah banyak yang datang.
(4) Kendaraan di jalan bebas hambatan itu selalu macet walaupun hari sudah malam.


Bagaimana dengan kata sekalipun? Apakah kata itu tetap ditulis serangkai atau terpisah? Kata sekalipun dibedakan menjadi dua. Ada yang ditulis serangkai dan ada pula yang ditulis terpisah. Kata sekalipun yang ditulis serangkai adalah kata penghubung, sedangkan yang ditulis terpisah bukan merupakan kata penghubung. Bagaimana cara membedakannya? Perhatikan kalimat di bawah ini!

(5) Sekalipun dengan susah payah, mereka berhasil mendaki gunung itu.
(6) Jangankan dua kali sekali pun dia belum pernah datang ke rumahku.


Kata sekalipun pada kalimat (5) merupakan kata penghubung, sedangkan pada kalimat (6) bukan kata penghubung. Kata sekalipun yang merupakan kata penghubung dapat diganti dengan kata penghubung yang lain, sedangkan kata sekali pun yang bukan merupakan kata penghubung tidak dapat diganti dengan kata penghubung yang lain. Perhatikan kalimat di bawah ini!

(7) Sekalipun permintaan beras terus meningkat saat menjelang Lebaran, sediaannya masih tetap aman.
(7a) Meskipun permintaan beras terus meningkat saat menjelang Lebaran, sediaannya masih tetap aman.
(7b) Walaupun permintaan beras terus meningkat saat menjelang Lebaran, sediaannya masih tetap aman.


Kata sekalipun pada kalimat (7) dapat diganti dengan meskipun atau walaupun. Hal itu berarti bahwa kata sekalipun seperti pada kalimat (7) adalah kata penghubung. Oleh karena itu, penulisannya diserangkaikan.

Namun, kata sekali pun pada kalimat di bawah ini tidak dapat diganti dengan kata meskipun atau walaupun.

(8) Jangankan dua kali, sekali pun dia belum pernah berkunjung ke rumahku.
(8a) Jangankan daua kali, meskipun dia belum pernah berkunjung ke rumahku.
(tidak bisa)
(8b) Jangankan daua kali, walaupun dia belum pernah berkunjung ke rumahku. (tidak bisa)


Partikel "per"

Kesalahan penulisan partikel per sering muncul karena tidak semua per ditulis terpisah. Per yang ditulis terpisah adalah per yang mempunyai arti (1) tiap-tiap atau setiap, (2) demi, dan (3) mulai.

Berikut contoh pemakaiannya dalam kalimat.
 
(1) Harga kain itu Rp200.000,00 per meter.
(2) Mahasiswa diminta keluar ruang kuliah satu per satu secara tertib.
(3) Surat keputusan itu berlaku per Januari 2015.
 

Selain per yang mengandung arti di atas, ada juga per yang mempunyai arti (1) dibagi dan (2) dengan (menggunakan). Per yang mengandung dua arti itu ditulis serangkai.

Berikut contoh pemakaiannya dalam kalimat.

(4) Dua pertiga penduduk kampung itu masih tergolong miskin.
(5) Dia menghubungi saudaranya yang di kota pertelepon.

Ada pula per- yang bukan partikel, melainkan awalan. Karena merupakan awalan, per- ini ditulis serangkai. Contohnya adalah sebagai berikut.

(6) Perlebar gelaran tikarnya agar dapat memuat banyak tamu!
(7) Sudah sepantasnya kalau kita pertuan kepada orang asing itu.


Imbuhan per- pada kalimat (6) berarti membuat jadi lebih lebar dan pada kalimat (7) berarti memanggil.



Baca juga:
Kata Depan di, ke, dan dari
Kata Ganti -ku-, kau-, -mu, dan -nya
Penulisan Kata Turunan
Pemakaian Huruf Miring
Huruf Kapital atau Huruf Besar

0 komentar:

Posting Komentar